Perubahan Lantas Diapakan?
Setelah menjejalkan pantat, aku termenung. Memandang dinding kaku membuatku dingin. Setiap fase yang terjadi apakah kehendak tuhan atau bukan siapa tau. Jika ia maha sibuk, maka sia-sia upaya hidup untuk terus menggelinjang. Sedang kalau ia maha nganggur, siapa perlu disalahkan atas pertikaian yang terjadi? Dinding itu mulai tersenyum, melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal. Perlahan dirampas jarak hingga tiada. Digantikan oleh gunung yang terseok membawa harapan.
Popular Posts
-
Hari ini, saya hanya bisa menggambar. Tidak ada tulisan. Tidak ada makna khusus. Akan saya biarkan wadah saya kosong. Rasa-rasanya, seperti ...
-
Pagi ini bangun dengan kepala jangar dan tangan sakit - sakit. Sambil mencoba ngumpulkeun nyawa, saya coba duduk. Ketiga teman saya masih ...
-
Ga ada yang nyangka ternyata saya bakal balik lagi kesini. Entah ya, rasanya beda curhat dengan tampilan blog yang serba oren. Dibanding w...
Powered by Blogger.
Blog Archive
- January 2024 (1)
- June 2023 (1)
- March 2023 (1)
- January 2023 (3)
- December 2022 (4)
- November 2022 (1)
- October 2022 (1)
- September 2022 (1)
- August 2022 (10)
- July 2022 (1)
- June 2022 (12)
- May 2022 (5)
- March 2022 (8)
- February 2022 (5)
- January 2022 (3)
- December 2021 (2)
- November 2021 (6)
- October 2021 (8)
- September 2021 (1)
- August 2021 (7)
- July 2021 (1)
- June 2021 (11)
- May 2021 (14)
- April 2021 (16)
- March 2021 (26)
- February 2021 (20)
- January 2021 (26)

No comments:
Post a Comment